Halaman

Kamis, 14 Oktober 2010

walau sesaat

jatuh menyerah tanpa syarat. oleh senyummu walau sesaat..
tersudut dalam kerut hati melekat rapat
rekatmu menjerat darah ku yang pekat
tak mengenal tenggat
tak kuat sudah mari lunasi rindu yang terpahat meranggas
sebelum berkarat
akhirnya kita tersesat karena candu rindu berat
biarlah tak abadi asal kasih tak akan mati

Tidak ada komentar: