Sungguh Duhai Pemilik Arsy
Engkaulah Persinggahan terakhir
Di tepian hati ini menangisi seluruh duka yang menumpah bumi
Seakan membara kupijak tanah meski air mencurah dari arsy-Mu
Kami yang tersesat di belantara nista dan kesenangan
Mencoba bebaskan diri tentang-Mu
Buat Mu Murka
Akankah semua manusia terhempas dari peredaran
Kami yang tak sadar terlalu oleng oleh gelombang nista durjana
Di titik kesakitan di puncak kesadaran memohon ampunan-Mu
Sebelum binasa menembus asa
Kami yang durhaka ingin menyebut Nama-Mu berharap terampuni
Memohon berharap cinta-Mu
Meski terlalu lama memalingkan muka dari nama-Mu
Sungguh ingin menjeritkan nama-Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar