Halaman

Selasa, 26 Oktober 2010

Sungguh

Sungguh Duhai Pemilik Arsy
Engkaulah Persinggahan terakhir
Di tepian hati ini menangisi seluruh duka yang menumpah bumi
Seakan membara kupijak tanah meski air mencurah dari arsy-Mu
Kami yang tersesat di belantara nista dan kesenangan
Mencoba bebaskan diri tentang-Mu
Buat Mu Murka
Akankah semua manusia terhempas dari peredaran
Kami yang tak sadar terlalu oleng oleh gelombang nista durjana
Di titik kesakitan di puncak kesadaran memohon ampunan-Mu
Sebelum binasa menembus asa
Kami yang durhaka ingin menyebut Nama-Mu berharap terampuni
Memohon berharap cinta-Mu
Meski terlalu lama memalingkan muka dari nama-Mu
Sungguh ingin menjeritkan nama-Mu

Tidak ada komentar: