Halaman

Selasa, 24 Januari 2012

lepas kata dan aksara

Tentang pengorbanan
Kita hanya bisa mengeluh berceloteh aksara..
Lelah pada pertanyaan hingga rapuh terbawa angin lalu hancur dimakan waktu,
Satu kemauan, tak kan jera pada perbedaan..
Berpacu dengan waktu di setiap sudut paru-paru.
Kegelapan telah mengajari bertahan dalam keraguan
Kata-kata ini tumpah dan mengekal walau jemari rapuh dilumuti waktu

Selasa, 29 Maret 2011

setia dalam debar

Menyulut segenap resah
Bangkitkan semua gelisah
Slalu membuat ku terjatuh
Jengah ini menggugah
Sudah jenuh menggelicir berdesir di kepala
Slalu setia dalam debar yang dapat melesakkan ledakan di malam yang lenggang..
Pangkal sgala nyeri di setiap hariku yang membuat terkapar di malam hari,
Dalam denyut nadi dan rongga dada batin ini mengabur mencacah tak lagi berupa
Lebih baik mungkin gelap tak mengungkap sgala yang kusekap

Kamis, 25 November 2010

Diamlah!

Biar semua mengalir dalam hujan
Membasahi tanah menghapus jejak langkah
Merudum bersama deras airmata
Bila kelak kita berjumpa aku bersumpah memalingkan muka
Mematahkan seluruh tulangku
Jika meluruh padamu
Di penghujung senja aku datang mengepak sempurna,meningalkanmu
dan Diamlah! Jangan katakan apapun. tak ingin mendengar sepatah katamu lagi
Dengan cinta aku menunggumu. Dengan cinta aku melupakanmu..

Senin, 08 November 2010

Langit buram sekedar pembatas ingatan

Aku yang buram sekotor debu yang menjejak kian kerak,
Menyendiri di tepi jalan yang temaram
Semua aksara meranggas di hati,
Langit buram sekedar pembatas ingatan Mengingat hidup mengenang kematian?!
Kematian adalah penghujung jalan yang aku tunggu? Ataukah gerbang kearah perjalanan baru?
Kematian menyisakan kepedihan mendalam
seperti Cinta, ia akan memutus masa dan waktu
Andai kematian datang biar ku yang terdepan agar tak ku menangis karena kematian