Aku yang buram sekotor debu yang menjejak kian kerak,
Menyendiri di tepi jalan yang temaram
Semua aksara meranggas di hati,
Langit buram sekedar pembatas ingatan Mengingat hidup mengenang kematian?!
Kematian adalah penghujung jalan yang aku tunggu? Ataukah gerbang kearah perjalanan baru?
Kematian menyisakan kepedihan mendalam
seperti Cinta, ia akan memutus masa dan waktu
Andai kematian datang biar ku yang terdepan agar tak ku menangis karena kematian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar